Langsung ke konten utama

Forgive Yourself

Source

Nobody is perfect. Ya, tidak ada orang yang sempurna tanpa ada kesalahan. Terkadang kita juga membuat kesalahan baik itu kita sadari dan tidak kita sadari. Tapi, pernahkan kamu berfikir jika apa yang kamu perbuat seakan-akan suatu kesalahan yang terus-menerus. Aku pernah berfikir tentang itu. Saat itu, aku berkunjung di salah satu hotel di Semarang, saat malam tiba aku berniat untuk naik ke lantai palaing atas untuk menikmati indahnya malam kota Semarang. Aku duduk di dekat kolam renang ditemani suara kegaduhan malam dan sinar rembulan. Kala itu, aku hanya ingin duduk sambil berfantasi hidupku akan baik selamanya. Tapi, pemikiran realisku muncul bahwa hidup juga memiliki masalah dan kita yang membuat masalah itu. Aku terus berfikir, berapa kesalahan yang telah aku perbuat selama ini? berapa banyak orang yang mungkin telah aku sakiti? berapa banyak hal yang telah anggap aku sepele? dan berapa banyak kesalahan yang akan aku buat lagi? Anyway, aku menulis artikel ini bukan berarti aku terlalu mengungkan rasa bersalah berlebih. Tapi, aku merasa kita perlu mengevaluasi diri kita. Justru dengan menuliskan artikel ini, aku ingin mengajak kalian untuk memaafkan diri kalian sendiri as the title: Forgive Yourself. 

Kita sangat perlu memaafkan diri kita sendiri, apapun yang telah kita perbuat masih bisa kita pertanggungjawabkan. Kamu bisa memulai hidup baru dengan cara kamu memaafkan dirimu sendiri dan kamu perlu untuk meminta maaf kepada yang lainnya. Cobalah untuk menyimpan ego mu dan utarakan rasa permohoanan maaf kamu kepada orang-orang yang mungkin telah kamu sakiti atau kamu pernah berbuat suatu kesalahan. Simple, kamu bisa memulai dengan teman-teman dekatmu, lalu keluargamu dan seterusnya. Cukup aneh ya? Don't worry! Meminta maaf gak harus pas lebaran kan. Rasanya akan sama kok, saat kamu bermaaf-maafan di hari raya. 

Jika orang-orang yang kamu tuju sudah memaafkan mu. Sekarang waktunya kamu untuk memaafkan dirimu. Kok gitu? Ya, karena orang lain bisa memaafkanmu artinya kamu juga harus bisa memaafkan dirimu sendiri. Maafkanlah segala impian/goals yang selama ini kamu buat tapi kamu belum bisa mencapainya, maafkanlah segala rasa malas karena kamu benar-benar tidak ingin melakukan sesuatu, maafkanlah segala rasa iri ketika kamu melihat orang lain dan membandingkannya dengan dirimu. Maafkanlah segala kesalahan yang pernah kamu perbuat. Forgive yourself! Now, it's time for you to start your new life. Mulailah hidup mu yang lebih baik lagi. You'll feel better.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

No Catching Feeling, Please!

Photo Source Who says that? I'm not catching feeling to you. I'm just feeling good when you're around me. But, honestly I might admit that I catch feeling to you later. Is it common that when you meet someone new and feel that he might be the one. I know, it sounds crazy but trust me I don't know how I can tell that. From the bottom of my heart, I don't believe in relationship. It feels like full time job to me or like a messenger to someone about what you're doing or what you'd done. It's pretty exhausting. No offense. But. you might wanna know that I'm never in relationship yet so I'm so sorry to say that. Anyway, you're so lucky if you're in relationship right now. Cause, you don't have to feel the pain of catching feelings to someone. Catching feelings is more than you liked someone and they don't like you back. The hardest part is when you are still close to them and they just get into someone else. They might kn...

Stop Overthinking

Photo Source Nanti kalau aku lulus, aku kerja apa ya? Apa bisa aku ketrima di perusahaan bonafit? Terus nanti gemana buat membiayai diri sendiri? Apa bisa ya bantu orang tua? Aku kapan nikah? Aku kapan wisuda?.. Stop. Please make it stop. Udahlah jangan terlalu banyak berfikir yang engga-engga. Mungkin kamu terlalu orverthinking dan justru malah membuat kamu semakin takut menghadapi realita. Tak selamanya realita akan sesuai dengan apa yang kamu ekspetasikan. Coba kurangi aja pertanyaan-pertanyaan yang mungkin kamu belum bisa jawab saat ini. Bebaskan pikiranmu dari pertanyaan yang jutru akan semakin memberatkan langkah kakimu untuk maju. Percayalah jika kamu menyampingkan pemikiran yang berlebih kamu pasti akan terasa lebih ringan dalam menghadapi hidup. Coba bangun pagi, gak usah langsung buka WA, email, atau feed Instagram. Langsung aja minum, dengerin musik, atau beres-beres kasur lalu mandi. Hayo, jujur aja mungkin kamu sudah terbiasa ketika bangun tidur langsung buka h...

A Man In His Life

A Man In His Life A man doesn't have time in his life to have time for everything. He doesn't have seasons enough to have a season for every purpose. Ecclesiastes Was wrong about that. A man needs to love and to hate at the same moment, to laugh and cry with the same eyes, with the same hands to throw stones and to gather them, to make love in war and war in love. And to hate and forgive and remember and forget, to arrange and confuse, to eat and to digest what history takes years and years to do. A man doesn't have time. When he loses he seeks, when he finds he forgets, when he forgets he loves, when he loves he begins to forget. And his soul is seasoned, his soul is very professional. Only his body remains forever an amateur. It tries and it misses, gets muddled, doesn't learn a thing, drunk and blind in its pleasures and its pains. He will die as figs die in autumn, Shriveled and full of himself and sweet, the leaves growing dry on the ground, the b...